Just another WordPress.com weblog

Terbaru

NANTI

Senjata kita hanya “N A N T I”

future, next, exit, world, next world

Nanti

Ditolak wanita karena cuma naik motor?

Atau di-tackling, ditikam dari belakang, atau apalah namanya sama teman sendiri?

Mencoba menyatakan cinta pada orang yg sama sampai tiga kali tapi gak diterima-terima?

Ditinggal pacar karena jadi mahasiswa terus, gak kerja2?

Atau kalah sama Fortuner, Blackberry, Absolute Odyssey, Kawasaki Ninja, Yamaha Byson?

Itu semua sudah biasa.Banyak yang sudah mengalami hal itu.

Itulah kita sekarang.Wajah mungkin pas-pasan.

Uang saku ya, menengah ke bawah.nongkrong ya di azroel, ato di arip, bukannya di starbucks.

Baca kelanjutan halaman ini »

Mana yang lebih pintar ? (review pribadi)

Mana yang lebih pintar ? (review pribadi)

Hmm….

Setelah membaca tulisan dari note itu saya sempat berpikir dan berinajinasi. Pelajaran apa yang bisa saya petik dari situ. Wah wah wah, ternyata cukup membuat saya tertawa dan sedikit bingung.

Pasalnya :

1. Mahasiswa dibandingkan dengan peternak sapi.

2, Tulisan ini terinspirasi dari seorang dosen.

3. Sejak awal tidak ditentukan tolak ukur keberhasilannya.

4. Kenyataannya tidak selalu begitu (hidup mahasiswa !!!).

5. Hidup adalah pilihan.

Itulah pasal-pasal yang bisa saya ambil dari tulisan senior saya di kampus. Tadi sekitar 2 jam sebelum saya memposting tulisan ini saya berbincang dengan dia. hahaha… itu just for fun. Katanya dosen itu lucu banget, masak mahasiswa dibandingkan dengan peternak sapi. hehehehe….

good luck for dosennya….

Sebenarnya saya menangkap tulisan ini sebagai motivasi buat kita agar jangan menyerah dalam hidup. Hidup adalah pilihan. Dan kita harus konsekuen dengan pilihan kita. Karena jika sudah konsekuen maka pintu kesuksesan akan terbuka lebar. Apapun pilihan yang telah dipilih. Tidak ada yang bisa membedakan ruang dan waktu hanya tergantung dari usaha kita sendiri karena semuanya itu tetap akan terjadi di atas tanah dan di bawah langit.

—–Ayo bandingkan kesuksesan keduanya antara mahasiswa yang sukses dan peternak sapi yang sukses.—–

MAHASISWA

  1. Jika lulus dengan baik maka mahasiswa memiliki kemungkinan besar untuk diterima kerja di tempat yang cukup bagus. Sekedar catatan : nilai bagus memang tidak menjamin akan mendapat kerja yang lebih baik, sekarang dibutuhkan orang yang tidak hanya pandai tapi harus mau bekerja kerasdan penuh kreativitas.
  2. Mahasiswa lebih mudah mengembangkan karirnya dari pada peternak sapi.
  3. Mahasiswa memiliki pengetahuan yang lebih daripada sang peternak sapi (ini hanya kemungkinan mengingat perkembangan informasi yang begitu cepat sekarang)
  4. Menjadi mahasiswa membuka gerbang menuju dunia luar ( mahasiswa sukses mungkin bisa keliling dunia ; keluar negeri; )

PETERNAK SAPI

  1. Peternak sapi yang sukses memiliki kekayaan (dapat kaya) lebih dulu dari pada mahasiswa.
  2. Peternak sapi yang sukses tersebut akan dianggap lebih tinggi derajatnya dalam masyarakat.
  3. Peternak sapi sukses ini akan mudah dikenal di daerahnya.
  4. Peternak sapi dapat membantu perekonomian warga sekitar dan juga memberikan sumbangan dalam mencukupi kebutuhan daging di masyarakat.

So, ini hanya kalkulasi dan rekaan saya semata.

Seperti dalam ending sebuah sinetron yang bertuliskan cerita ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan nama, tokoh dan cerita hanya sebuah kebetulan belaka.

Ada satu catatan yang bisa dipetik dan direnungkan.

“Semua orang tua pasti mengingnkan yang terbaik untuk anaknya terutama pendidikan, jadi biarpun peternak sapi itu sukses pasti dia ingin menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang yang tertinggi”

OK, semoga bisa jadi bahan pelajaran dan renungan dan tulisan ini JUST FOR FUN

————————–keongjenius———————–

Mana Yang lebih Pintar ?

Sebelum kamu baca note ini ada baiknya kamu baca peraturan di bawah ini.

PERATURAN

1. Jangan termotivasi.

2. Jangan di jadikan kiblat.

Ini cerita real yang aku dapet dari pemikiran radikal seorang dosen di kampus aku terdahululu STIKOMP Diketehui :

A : Anak yang melanjutkan kuliah.

B : Anak yang beternak sapi setelah lulus SMA A dan B lulus bersamaan dan memiliki latar belakang ekonomi yang sama.

Cerita Jaman sekarang, mayoritas orang akan lebih menghargai (memandang) orang yang punya derajat Pendidikan yang lebih tinggi.

Waktu jamannya pendaftaran kuliah di buka. Si A sibuk milih jurusan. ( yang jelas bukan jurusan malang Blitar). sedangkan si B sibuk berhitung.

What!!! berhitung???? begok banget sih.. eits tunggu dulu… si B menghitung pengeluaran yang harus di bayar oleh si A hingga si A lulus dan bekerja.

Perhitungannya seperti ini:

Daftar ulang: 16.000.000 X 1 = 16.000.000

Uang smt : 3.500.000 X 8 smt = 28.000.000

Uang kos n makan/ th = 4.800.000 X 4thn = 19.200.000 total 63.200.000 Nah kemudian si B meminta sejumlah total perhitungannya di atas. Dan membuka ternak sapi..

Selang 4 tahun Si A lulus dengan IPK pas2 an. Di tambah waktu yang dibuang untuk mencari kerja 6 bulan bahkan lebih.

Sedangkan Si B udah jadi juragan sapi dengan total 70 ekor sapi, 35 pekerja, dan banyak koneksi.

Dan tidak lupa Ia membayar pajak penghasilan, dan mengembalikan uang yang ia mintauntuk  modal sejumlah perhitungan tadf diatas.

Kalo sudah begini orang akan lebih memandang yang mana???

Lulus tapi nganggur, atau gak kuliah tapi duit mengalir??

Dan siapa yang lebih pintar??

MEncari uang tak sesulit yang kamu bayangkan kan?? Cuma butuh keberanian untuk menentukan pilihan. Gara-gara obrolan sama dosen ini. Ku sempat ilang semangat kuliah. Maka dari itu q tulis beberapa peraturan diatas.

Selamat berfikir….😀

Terinspirasi oleh senior saya di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga :

Lukman Hakim (angkatan 2008)

Tulisan ini dibuat oleh dia di note dalam akun Facebooknya dengan sedikit perubahan.

Keterbatasan – Darimana kita berasal?

 

“Keterbatasan ku adalah Aku tidak mau dibatasi”


Hanya saja aku tidak pernah menemukan musuh yang terang-terangan mau membatasi ku, jadi aku terbatasi oleh diri ku sendiri. Dan fatalnya hal itulah yang paling efektif melemahkan ku, membuat ku malas, tidak produktif dan mungkin lambat laun akan mati, hilang, tak bersisa, tak diingat dan yang paling menakutkan adalah Tuhan tidak menganggap ku sebagai sesuatu yang berarti. Padahal aku tahu itu tidak benar.Aku yakin benar Tuhan menunjuk ku sebagai seorang yang harus memimpin, bisa dilihat betapa besar kekuatan ku, aku mempunyai badan yang jarang terserang penyakit, badan yang tahan terhadap apapun, kesempatan untuk mengenal Tuhan lebih awal, otak yang cerdas, kepribadian yang menawan, kemampuan kerja yang sangat sangat baik, walaupun wajah ku memang tidak begitu tampan tapi cukup jantan. Dan seandainya harus berkompetisi untuk mendapatkan wanita yang paling cantik rupawan maka aku lah yang akan mendapatkan wanita itu, dan yang lain haruslah di bawah ku. Ingat itu, jangan sampai lupa !

Aku tahu kalian pasti jengkel membaca tulisan di atas, sabar bro. Yang aku maksud di atas adalah Aku, Kamu, Kita, kalian, dan seluruh pemuda Indonesia. Bangsa Indonesia. Mari kita bahas lebih dalam lagi. Sebenarnya kita itu keturunan dari ras yang terbaik, ras yang paling kuat, ras yang tidak terkalahkan. Buktinya apa??? Kita lho tidak pernah menjadi bangsa seperti Inggris, Prancis, Jerman, atau USA (dibaca terbalik). Siapa bilang, mereka itu hanya kelihatan kuat karena mereka telah memutarbalikkan fakta sejarah. Seandainya kita hidup di inggris dengan tanah yang tidak begitu subur, atau di belanda dengan lahan yang sempit pastilah eropa seluruhnya, timur tengah, asia dan amerika menjadi jajahan kita. Sayangnya kita hidup di Indonesia, kita tidak kekurangan pangan, tidak kekurangan tempat tinggal, tidak kekurangan emas, tidak kekurangan alam yang indah, justru kalau kita menjajah, pasti kita akan membagi hasil alam kita dengan daerah jajahan kita. Kalau seperti itu berarti namanya beramal bukan menjajah. Masuk akal bukan?

Aku kasih bukti lagi bahwa kita bangsa terkuat. Bayangkan jika di dunia ini ada satu tempat yang mirip surga, yang tinggal di sana pasti tidak akan kekurangan apapun, sangat indah, ada sungai-sungai yang bagus, buah-buahan yang beragam dan tak pernah habis, dan tempat itu CUMA ADA SATU. Siapa yang layak tinggal disana? Pastilah orang-orang yang terkuat yang tinggal disana, karena tempat itu pasti akan menjadi rebutan banyak orang. Jadi ceritanya begini :

“Dahulu kala setelah nabi adam tua dia mengumpulkan dari sekian banyak putra-putranya yang masing-masing sudah berkeluarga. Diantara sekian banyak putranya ada beberapa yang kuat dan berani sehingga mereka di suruh mengembara sejauh mungkin untuk menegakkan nama Allah di seluruh muka bumi. Jawara (dipanggil Jawa), Arya, Khan adalah kepala keluarga yang paling berani. Bedanya Jawa adalah kepala keluarga yang jujur dan berhati mulia sehingga nabi adam yakin dimanapun dia berada dia pasti akan menegakkan nama Allah. Jawa pun di utus untuk mengembara ke tempat yang paling jauh di selatan. Dia mendarat di daerah di selatan yang sangat besar (homo wajakensis adalah keturunannya). Khan pada awalnya mengikuti Jawa tapi sampai di India dia tidak berani meneruskan perjalanan karena badai besar dan memilih melewati jalan darat. Akhirnya dia sampai di mongolia dan menjadi leluhur bangsa cina. Arya yang kuat tapi bodoh di perintahkan oleh nabi adam ke utara supaya lebih dekat dengan dirinya sehingga mudah di awasi dan menjadi leluhur bangsa eropa. Sedangkan Nabi Adam AS sendiri tinggal dengan keluarga yang paling penakut dan paling lemah, Adam berusaha mendidik agar mereka bisa menjadi seperti jawa. Keluarga itu bernama Jewish (yahudi).

Setelah Jawa mendarat ia mengembangkan daerah yang subur tersebut menjadi daerah yang sangat maju. Keturunannya membangun sebuah peradaban dan kerajaan yang sangat megah, kuat, maju, sangat besar dan sangat indah di muka bumi (nama kerajaanya adalah Atlantis). Mereka pun tak lupa kepada misinya untuk menyembah kepada Tuhan, hingga suatu saat keturunan Khan dan Arya iri kepada keturunan Jawa. Mereka datang ke Jawa untuk ikut menghuni, pada awalnya Jawa menerima tetapi lambat laun mereka menyebarkan kebiasaan buruk pada bangsa jawa sehingga berakibat perpecahan dan perang saudara. Hal itu membuat raja pada saat itu marah, dia meminta menumpas bangsa arya dan khan yang ada di jawa dan sangking marahnya ia mempersiapkan perang besar-besaran pada seluruh umat selain jawa.Kemarahan membuat sang raja lupa dengan perintah Allah bahwa ia harus menjadi pemelihara bukan perusak. Karena meskipun bangsa di dunia ini bersatu, Jawa (Atlantis) tidak akan kalah oleh mereka, Allah yang maha adil turun tangan. Ia memberikan bencana besar pada Jawa sehingga kerajaanya yang besar tenggelam di lautan dan tidak tersisa, tetapi Allah masih menyelamatkan keturunan dari Jawa untuk menjadi pemimpin dunia di masa depan (karena bangsa lain tidak akan mampu). Kejadian hancurnya kerajaan jawa (Atlantis) dalam al kitab diceritakan pada cerita Nabi Nuh AS. Besarnya bencana yang melanda Jawa mengakibatkan permukaan laut naik sehingga Timur tengah ikut tersapu ombak. Pada saat itu nabi Nuh menyelamatkan umatnya dengan Kapal.Tapi Allah juga menyelamatkan beberapa keturunan dari Jawa, karena bagi Allah itu sangat mudah, dan akhirnya mereka tinggal di puing-puing kerajaan Jawa yang tetap subur yaitu Indonesia. Keturunan dari Jawa itu beranak pinak hingga menjadi bangsa Indonesia sekarang.”

Sekarang kita tahu bagaimana asal usul kita bukan?  Kita bukan bangsa yang lemah saudara, dan kita sangat cerdas. Lihatlah susunan alfabet jawa (ha na ca ra ka – baca ho no co ro ko-), bangsa mana lagi yang bisa membuat alfabet, sekaligus cerita, sekaligus filosofi. Cuma kita yang bisa saudara, tidak ada yang lain. Secara kejantanan kita yang paling jantan, libido kita paling tinggi. Buktinya penduduk kita paling banyak keempat setelah Cina, India, dan USA (dibaca terbalik), padahal kita pernah hancur total dan mulai dari nol, sedangkan Cina tidak (cina keturunan khan yang tidak ikut terkena bencana). Jadi yakinlah kita adalah bangsa yang ditakdirkan untuk memimpin dunia.

 

 

 

“Kebanyakan bangsa yang mencoba memimpin dunia pasti gagal karena memang bukan mereka yang ditakdirkan, lihat hitler, julius caesar, alexander agung, salahudin al ayyubi, jengish khan…. Tuhan menunjuk kita yang harus memimpin dunia”.

Bersambung……..

Seberkas Senyum Uranus

———————————————————————————————-

———————————————————————————————-

sudah seminggu ini hujan tiada henti mengguyur kotaku, udara dingin waktu sore menyeruak membuat tubuhku semakin menggigil, dingin bukan main apalagi bajuku basah kuyup.

aku lekas- lekas untuk pulang ke kosan.kali ini aku memilih lewat parkiran kampus gedung lama.

ehm aku putuskan untuk berteduh sejenak di gazebo.ku lihat teman – temanku juga banyak yang berteduh.

ku lihat sepertinya memerlukan waktu lama untuk menunggu hujan reda dan kuputuskan sebaiknya untuk cepat pulang

meskipun hujan masih deras.

sebelumnya aku sempatkan untuk ke kantin  membeli sekotak susu coklat, aku lumayan kehausan karena berlarian menghindari guyuran hujan.

lorong kantin begitu sepi, tidak seperti biasanya yang ramai.

aku merasa lebih nyaman menyusuri jalan ini. tidak seperti biasanya aku harus menunduk, merasa tidak nyaman berjalan di tempat yang ramai.

aku sedikit terkejut saat kudapati sosoknya berjalan tepat di depanku.

aku bisa menatapnya dengan jelas, masih tetap sama dia terlihat begitu dingin.

sebelum dia berlalu, aku memberanikan diri untuk menyapanya meskipun aku sedikit ragu.

karena biasanya saat sedang berpapasan dengannya. aku tak pernah menyapanya dan dia selau berlalu tanpa sadar akan keberadaanku.

aku ingin menyapanya, tak hanya sekedar lewat perbincang lewat facebook.

“kak” kali ini aku benar – benar tersenyum dan menyapanya

“….” tak ada kata – kata yang meluncur darinya. dia hanya mebalasnya dengan senyuman…

tapi itu sudah lebih dari cukup untukku.

sekotak susu coklat ini terasa lebih manis dari biasanya…

meskipun udara dingin menggelitik, tapi ada kehangatan yang merasuk saat pikirku terngiang akan senyumannya.

———————————————————————————————

———————————————————————————————

oleh Fariz Putri pada 06 Desember 2010 jam 21:10

Teka-teki Einstein

Teka-teki ini tidak mengandung trik, hanya murni logika.
Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda. Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaaan yang berbeda-beda.

Setiap penghuni rumah menyukai jenis minuman tertentu, merokok satu merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu.

Tak satupun dari kelima orang itu yang minum minuman yang sama, merokok satu merk rokok yang sama, dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.

PERTANYAAN : Siapakah Yang memelihara IKAN?

——————————————————————————————–

——————————————————————————————–

PETUNJUK:

Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah

Orang Swedia memelihara anjing

Orang Denmark senang minum teh

Rumah berwarna putih terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna coklat

Penghuni rumah berwarna putih senang minum kopi

Orang yang merokok PallMall memelihara burung

Penghuni rumah yang terletak ditengah-tengah senang minum susu

Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill

Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama

Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing

Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill

Orang yang merokok Winfield senang minum bir

Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia

Orang Jerman merokok Rothmans

Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

———————————————————————————————

———————————————————————————————

Albert Einstein menyusun teka-teki ini pada abad lalu.

Dia menyatakan, 98% penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini.
Apakah anda termasuk yang 2%?😀

ROBOH

———————————————————————————————

———————————————————————————————

dua hari ini tiba – tiba cuaca memburuk.

keadaanya berubah begitu ekstrim. pagi hari cuaca  begitu cerah tapi,

sore hari bisa berubah mendung, hujan deras disertai dengan tiupan angin yang kencang. bisa dikatakan badai.

kali ini aku aku tidak bisa langsung pulang setelah kuliah selesai,

terpaksa harus diam, berdiri menunggu hujan reda di gazebo kampus.

hujan turun begitu lebat sepertinya tak akan kunjung reda, ah jangankan untuk reda,

malah – malah hujan trun makin deras.

hujan makin ribut dengan tiupan angin kencang yang siap merobohkan pepohonan tua dan renta.

aku mendengus kesal, hujan tiada henti mebanjiri kota ini.

aku jadi tak bisa pulang dan beristirahat, padahal rasanya tubuh ini begitu letih, pikiran juga terlalu penat.

saat ini yang bisa kulakukan hanya diam memandangi sekitar,

gazebo kali ini penuh, banyak yang memilih berteduh disini.

sebagian menghabiskan waktu menunggu redanya sang hujan dengan berbincang-bincang satu sama lain.

di sudut terlihat sekelompok mahasiswi sedang asyik ngerumpi,

di sebelah kiri dua mahasiswa asyik menghilir mudik bola ping – pong.

dan sebagian yang lain melihat permainan kedua mahasiswa itu.

dan ada juga yang sendiri diam, seperti ku, entrah menikmati kesendirian itu atau jengah dan jengkel dengan kesendirian itu, aku takl tau pasti….

kulihat setiap sudut keramain ini, dan saat sorot mataku menangkap sebuah sudut ruang, tepat di depan pintu,

rasanya roboh sudah aku. seperti angin ribut itu, dia hadir menghempasku, membuat semua itu roboh.

sebenarnya bukan kehadirannya yang membuatku harus menelan pahit kepiluan,

tapi kehadiran senyum manis seorang gadis yang bergelayut manja disampingnya.

senyuman merka membuat semua, di dalam diriku ini tiba – tiba hilang dan kosong..

tak bisa kumengerti semua yang kulihat tadi,

yang jelas aku sesak melihatnya…

dan hadirnya seperti badai sore ini,

hadirnya telah merobohkan semua..

merobohkan kesetianku padanya.

01 desember 2008

angin ribut awal desember

***

setelah selsai membacanya, dilipatnya selembar kertas itu, kertas yang ia temukan terselip diantara puing – puing atap (atap yang terbuat dari asbes) parkiran kampus yang roboh dua hari lalu.dan ia selipkan disaku bajunya.

senja, lalu beranjak pergi dari tempat itu, dengan langkah yang gontai, tubuh yang lemas lunglai.

matanya kini sebam, penuh linangan air mata.

mukanya juga terlihat merah padam.

dia berjalan menghampiri seorang gadis yang duduk terdiam di sebuah sudut keramain.

raut muka gadis itu telihat masam saat senja datang menghampirinya, dan seolah-olah dia berkata

“JANGAN DEKATI AKU!”

“ma..maaf” bibir senja bergetar, ucapanya terbata – bata

“untuk apa senja” gadis itu bertanya seolah tak tau maksud ucapan senja,

ada kekecewaan dan amarah yang tersirat dari nada suaranya.

“maaf, telah merebutnya darimu” senja menangis mengharu biru, mengemis maaf dari hati seorang gadis yang tlah roboh kesetiaanya.

———————————————————————————————

———————————————————————————————

oleh Fariz Putri pada 16 Desember 2010 jam 11:12

TULI

——————————————————————————————–

——————————————————————————————–

Yang tertinggal hanya puing – puing reruntuhan.

ia masih terisak dalam tangis. sayup – sayup angin malam mulai berhembus,

semburat warna jingaa di langit mulai pupus.

deru adzan berkumandang megah memenuhi setipa sudut desa.

namun rupanya derunya yang megah hanya bertengger di cuping telinganya, berlalu tanpa hiraunya.

laki – laki itu masih menatapi sisa – sisa reruntuhan dengan mata nanar yang lebam.

seorang gadis kecil duduk disampingnya, hanya diam mengikuti kebisuan laki – laki disampingya itu.

bibirnya kecilnya sudah keluh untuk berbicara dengan laki – laki disampingnya,

karena tak sepatah katapun terucap dari bibir tuanya.

keduanya tenggelam dalam langit yang kian petang.

***

sudah berjam – jam berlalu, langit malam ini benar – benar pekat.

Angin berhembus kencang membuat tubuh laki – laki tua itu bergetar kuat.

gadis kecil itu sekarang berdiri ia lari menjauhi laki – laki tua yang masih diam mematung.

gadis kecil itu kemblai menghampiri laki – laki tua itu dengan sehelai kain sarung di tangannya yang mungil.

“Ayah, Ayah” dia mulai berceloteh.

“kenapa ayah tak mau mendengarkan Lita?” dia bertanya dengan keluguannya.

laki – laki tua itu tak bergeming sedikitpun.

“Ayah, kenapa Ayah hanya sayang pada kakak?” gadis itu kembali bertanya

“Ayah tau tidak? kata kakak, Ayah sayang pada Lita meskipun Ayah sering memukul Lita”

dia kembali berceloteh meskipun laki – laki tua yang dipanggilnya ayah itu tak menanggapi ocehannya.

“Lita tau, Lita bukanlah anak laki – laki seperti kakak. tapi Lita bisa sekuat kakak”

“sekarang kakak sudah tidak aDa, apa ayah mau menyayangi Lita?”

“Ayah lita sayang dengan Ayah”

laki – laki itu diam, diam, diam

lalu tangis datang “Ayah Lita sayang Ayah” bibir mungilnya bergetar, dan dia menangis memeluk laki – laki tua yang sudah tuli hatinya.

 

———————————————————————————————-

———————————————————————————————-

 

oleh Fariz Putri pada 27 Januari 2011 jam 17:19

sebongkah kebencian

————————————————————————————————————–

————————————————————————————————————–

“ayah dan ibu akan cerai” kata – kata itu terus berputar – putar memenuhi isi kepalaku.

aku hanya bisa diam, dengan sejuta kepahitan yang menyeruak dan membuatku kaku membeku, pikirku, bahkan mungkin hatiku.

tak ada sepatah katapun yang mampu meluncur dari bibir ini, terasa begitu kelu.

aku ingin lari, sejenak ingin bersandar, entah pada siapa.

sebuah nama akhirnya muncul dalam pikirku, tapi aku ragu

bukankah selam ini dia telah membuatku kecewa dan tanpa sadar dia juga membuatku menangis.

tapi hanya dia, dia yang selalu terbayang dan terpikir di otakku.

mungkin racun yang ia sebar telah menyebar, menyeruak menguasai pikirku.

entah racun seperti apa, hingga rasanya pikir ini, hati ini, rasa ini selalu terikat oleh namanya.

***

semalam aku sudah menghubunginya. dia setuju untuk menemuiku, dan menemaniku ngobrol.

aku pergi tanpa pamit, aku pikir kedua orang tuaku yang kini berada di tempat terpisah juga tak begitu mempedulikan.

meraka sibuk dengan perpisahan..ehm, rencana perpisahan.

aku sampai di sekolah setelah setengah jam lebih aku menempuh perjalanan dengan motorku.

aku menunggunya disini di tempat dimana aku dan dia, dan juga teman – teman yang lain sering menghabiskan waktu bercanda.

……..

……..

……..

sudah satu jam berlalu namun dia belum juga tiba,

……..

……..

2 jam sekarang tepat pukul 12.30 bayangnya pun tak kunjung tiba

…….

…….

…….

3 jam tepat bersamaan dengan hp ku yang drop.

…….

…….

…….

4 jam seseorang datang,

“sedang nunggu siapa neng?” tukang kebun sekolah, pak junairi tersenyum ramah, setidaknya dia membuatku lega

“teman pak” jawabku singkat.

“kok saya perhatikan mulai tadi pagi nunggu sampai siang begini belum datang ya neng temannya?”

“iya pak”

………

………

………

………

5 jam,

“loh inta kok masih disini? anak – anak udah ada di lapangan loh?”seorang teman yang kebetulan satu tim dalam kepanitian penyelenggaraan liga sepak bola sekolahku yang sudah diselenggarakan beberapa hari ini, bertanya dengan ketertegunannya melihatku sendiri di tempat ini.

“ehm hari ini bukan piket kerjaku”

“loh terus ngapain ke sekolah”

“gak ada cuma main aja”

“ke lapangan aja, sekalian bantuan temen – temen mau ga?”

“ehm ya udah” aku putuskan untuk ikut ke lapangan daripada aku sendiri di tempat ini.

“aku boleh pinjam ponsel? aku mau sms kakakku” aku berbohong padanya. dia memberika hp nya

aku mengirim sebuah pesan pada dia yang sudah 5 jam aku tunggu.

apa kamu masih mau datang?

aku sudah menuggu, aku tunggu di lapangan sekolah

INTA

***

sorak sorai memenuhi lapangan sepak bola, entah kenapa rasa sorak sorai itu membuat ku merasa sakit,

seolah sorak sorai itu menertawakan kebodohanku, mengharapkan seseorang datang menepati janji

meskipun sudah 6 jam lebih berlalu dan dia tak kunjung datang.

keperihan ini membuat kata – kata perpisahna itu merasuk.

yang aku tau, dan saat ini memenuhi pemikiranku bahwa kesetiaan itu hal yang bulshit!!

it is a damn thing.

…….

…….

…….

7 jam atau mungkin sudah lebih.

kebencian itu menyeruak, menyeruak menguasai semua diriku.

dan kebencian itu terus tersimpan rapat.

dan terus tersimpan disini.

kau tau? benar apa yang mereka katakan bahwa beda benci dan cinta amatlah tipis.

aku menunggunya, tlah menunggunya tapi dia tak kunujung datang.

tak mengertikah ia aku menangis. meringkuk dalam kekecewaan yang berulang kali datang,

dan tak tau kah ia, aku menunggungya, tlah meunggunya jauh sebelum kebencian ini menyeruak…

——————————————————————————————————————————

——————————————————————————————————————————

oleh Fariz Putri pada 30 Januari 2011 jam 11:45