Just another WordPress.com weblog

Sebuah Ketulusan

Sebuah tulisan dari Adip Widyanarko

14 November 2010 jam 1:07

“Kadangkala kebaikan dan ketulusan datang kepada kita dari orang yang sering kita perlakukan tidak baik”… Seperti yang telah q alami di sebuah perempatan di sore hari. Waktu itu q berhenti di sebuah lampu merah, seperti biasa di depan berbaris mobil dan beberapa lyn. Yap, mobil lyn atau angkutan kota adalah mobil yang paling q benci di jalan jalan perkotaan setelah mobil mewah berplat merah milik anggota DPR <-(dibaca anj*ng). Mobil lyn mempunyai reputasi paling ngawur dan kebal hukum ke 2 setelah tukang becak, dari tengah mereka bisa langsung memotong ke pinggir, berhenti dengan rem mendadak, dan ngetem di sembarang tempat adalah alasanku membenci lyn. Waktu itu kepala sopir lyn itu melonggok keluar dan seperti berbicara ke arahq. Dengan bingung aq menoleh ke kanan kiri sambil mencoba mencerna apa yang di maksudkan oleh sopir lyn td (catatan :sopir lynx berwajah khas, garang dan kurang ajar ). akhirnya q putuskan untuk mengabaikan dia, sambil menunggu lampu hijau menyala. Beberapa detik kemudian lampu hijau menyala dan q beranjak berjalan, tapi tiba2 lyn tadi memepet motorq ke arah kanan, sehingga terpaksa aq mengarahkan motorq ke arah kanan, dalam hatiq berkata “bangsat, apa seh maksud dari sopir lyn ini”. Hampir saja mulutq mengucapkan makian ke arah sopir aneh tadi tiba-tiba tampak seorang berseragam coklet dan rompi hijau berdiri di bawah lampu lalu lintas. Ups, TERNYATA…. Ternyata sopir lyn td melihat spion motorq yang cuma ada satu buah dan coba memperingatkanq bahwa ada polisi berdiri di sebelah kirinya. Dia memepet motorq karena mencoba menyelamatkanq dari tilang pak polisi dengan memaksaq untuk mengambil jalur kanan.WOW, subhanallah.. Q bener2 terharu walaupun tidak sampai menitikkan air mata, ternyata…… Akhirnya setelah q agak jauh dari polisi q menoleh ke arah sambil q acungkan jempol ke arah sopir tadi. CAP JEMPOLBUAT SOPIR LYN. Terimakasih dan maaf ke seluruh sopir lyn yang sering q umpat.. Semoga hal itu lebih bisa membuatq bijak dalam bertindak.

Ada fenomena menarik lain lagi yang terjadi, kalo di pikir secara akal sehat aq waktu itu dalam posisi salah. Spion satu bisa membahayakan orang lain apabila pengemudinya tidak jago. (Catatan : aq termasuk yang jago, jd jangan khawatir). Tapi anehnya kenapa sopir lyn tersebut lebih memilih menolongq daripada melapor ke polisi, bukan hanya sopir lyn tersebut tapi kebanyakan orang di negri ini melakukan hal yang sama jika itu terjadi. Apa yang terjadi sobat, apakah masyarakat negeri ini tidak mnyukai kebenaran. Atau kebenaran di negeri ini sudah bergeser. Coba renungkan???

Nah ini hasil renungan saya, mungkin masyarakat berbuat itu karena mereka sudah tidak percaya lagi dengan aparat penegak hukum. Masyarakat sering di buat kecewa dengan aparat penegak hukum. Saya tidak ngawur sobat, contohnya polisi lalu lintas identik dengan polisi yang mata duitan. Kalian pasti se7, dan frame itu masih melekat sampai sekarang. Buakn maksud saya menyamaratakan semua polisi lalu lintas tapi memang keburukan lebih terlihat daripada kebaikan. Contoh lagi, jaksa, hakim, bersama sma dgn anggota DPR(<-dibaca anj*ng) adalah orang2 yang paling suka dengan duit haram, bisa qt simak di semua surat kabar dalam beberapa bulan terakhir ini bagaimana gambaran sepak terjang mereka di negeri ini sehingga predikat di atas layak di sematkan ke dada mereka.Dan masih banyak praktik2 lain yang membuat rakyat makin gregetan dengan mereka.Nah masalahnya sekarang ini adalah akankah hal itu terus berlanjut? Kalau iya itu akan menjadi seperti fenomena bola salju, semakin menggelinding dia akan semakin besar. Kedepannya bukan hanya polisi atau jaksa atau aparat hukum saja yang akan berbuat seperti itu, tetapi masyarakat pasti akan turut menjadi bagian. Kalau sampai hal ini terjadi maka jangan heran akan bermunculan gangster ataupun mafia seperti kartel narkoba di meksiko yang pada akhirnya tidak dapat di kendalikan oleh aparat penegak hukum itu sendiri.Akhirny siapa yang rugi? Kita semua yang rugi. Memang jika hal tersebut terjadi cepat atau lambat akan tetap bisa membuat keadaan menjadi lebih baik, contohnya polisi menjadi profesi yang berbahaya sehingga yang berminat menjadi polisi memang mempunyai motivasi yang benar dan cara masuknya pun tidak ngaco seperti sekarang ini yang harus menggunakan uang ratusan juta. Jaksa dan perangkat pengadilan lain juga tidak kalah berbahaya, karena mereka bakal akrab dengan teror mati dll sewaktu menyelenggarakan proses peradilan khususnya jika melawan masyarakat yang telah mengorganisir diri menjadi mafia tsb. Selanjutnya kita mulai lagi perang dari awal antara penegak hukum yang sudah bener dengan masyarakat yang sudah menjadi salah, dan saya yakin perang tersebut akan sangat lama. Sekarang sudah terlihat bukan masyarakat yang sudah berani merampok bank dengan senjata apai, bisa jadi meraka dulunya adalah petani ataupun pedagang yang sudah muak menjadi bulan2nan aparat hukum. Mengerikan sekali sobat.

Itulah perbaikan yang dinamakan revolusi, pembakaran lumbung karena sudah penuh dengan tikus atau restorasi besar2an. Hal ini akan terjadi dan pasti terjadi jika tidak ada perbaikan yang ditunjukkan oleh aparat penegak hukum.

Tetapi apakah kita ingin hal seperti itu terjadi di negeri kita yang tercinta ini sobat? Jika jawabanya adalah tidak maka marilah kita kembali pada ketulusan sobat. Yang aparat khususnya jangan lupakan frame yang sudah melekat pada diri kalian, jadikan itu sebagai cambuk yang selalu mengingatkan kalian. Laksanakan tugas kalian dengan penuh ketulusan, jika ada rekan yang menyimpang segera peringatkan bahkan dengan senjata yang kalian pegang. Lebih baik kalian di penjara karena membunuh rekan yang merugikan rakyat daripada kalian kaya dengan menipu rakyat. Dengan menghukum rekan yang korupsi atau bertindak merugikan kalian akan mendapat dosa dari satu orang tetapi akan mendapat pahala dari jutaan orang, dan sebaliknya dengan berkonspirasi menipu rakyat kalian akan mendapatkan dosa dari jutaan rakyat yang kalian khianati.. astaghfirlah. Nah bagi masyarakat lebih bijaklah dalambertindak, lebih sabar lagi. Perubahan butuh waktu. Jika masih ada kejahatan yang terus2an membuat kalian jengkel sikapi dengan lebih cerdas, jika tidak bisa juga maka serahkanlah kepada Tuhan. Biar beliau yang membalas. semoga bertmanfaat .

2 responses

  1. contoh ketulusan luar biasa adalah orangtua kita..

    15 November 2010 pukul 3:41 AM

    • siiip… benar sekali…🙂

      15 November 2010 pukul 4:46 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s