Just another WordPress.com weblog

ROBOH

———————————————————————————————

———————————————————————————————

dua hari ini tiba – tiba cuaca memburuk.

keadaanya berubah begitu ekstrim. pagi hari cuaca  begitu cerah tapi,

sore hari bisa berubah mendung, hujan deras disertai dengan tiupan angin yang kencang. bisa dikatakan badai.

kali ini aku aku tidak bisa langsung pulang setelah kuliah selesai,

terpaksa harus diam, berdiri menunggu hujan reda di gazebo kampus.

hujan turun begitu lebat sepertinya tak akan kunjung reda, ah jangankan untuk reda,

malah – malah hujan trun makin deras.

hujan makin ribut dengan tiupan angin kencang yang siap merobohkan pepohonan tua dan renta.

aku mendengus kesal, hujan tiada henti mebanjiri kota ini.

aku jadi tak bisa pulang dan beristirahat, padahal rasanya tubuh ini begitu letih, pikiran juga terlalu penat.

saat ini yang bisa kulakukan hanya diam memandangi sekitar,

gazebo kali ini penuh, banyak yang memilih berteduh disini.

sebagian menghabiskan waktu menunggu redanya sang hujan dengan berbincang-bincang satu sama lain.

di sudut terlihat sekelompok mahasiswi sedang asyik ngerumpi,

di sebelah kiri dua mahasiswa asyik menghilir mudik bola ping – pong.

dan sebagian yang lain melihat permainan kedua mahasiswa itu.

dan ada juga yang sendiri diam, seperti ku, entrah menikmati kesendirian itu atau jengah dan jengkel dengan kesendirian itu, aku takl tau pasti….

kulihat setiap sudut keramain ini, dan saat sorot mataku menangkap sebuah sudut ruang, tepat di depan pintu,

rasanya roboh sudah aku. seperti angin ribut itu, dia hadir menghempasku, membuat semua itu roboh.

sebenarnya bukan kehadirannya yang membuatku harus menelan pahit kepiluan,

tapi kehadiran senyum manis seorang gadis yang bergelayut manja disampingnya.

senyuman merka membuat semua, di dalam diriku ini tiba – tiba hilang dan kosong..

tak bisa kumengerti semua yang kulihat tadi,

yang jelas aku sesak melihatnya…

dan hadirnya seperti badai sore ini,

hadirnya telah merobohkan semua..

merobohkan kesetianku padanya.

01 desember 2008

angin ribut awal desember

***

setelah selsai membacanya, dilipatnya selembar kertas itu, kertas yang ia temukan terselip diantara puing – puing atap (atap yang terbuat dari asbes) parkiran kampus yang roboh dua hari lalu.dan ia selipkan disaku bajunya.

senja, lalu beranjak pergi dari tempat itu, dengan langkah yang gontai, tubuh yang lemas lunglai.

matanya kini sebam, penuh linangan air mata.

mukanya juga terlihat merah padam.

dia berjalan menghampiri seorang gadis yang duduk terdiam di sebuah sudut keramain.

raut muka gadis itu telihat masam saat senja datang menghampirinya, dan seolah-olah dia berkata

“JANGAN DEKATI AKU!”

“ma..maaf” bibir senja bergetar, ucapanya terbata – bata

“untuk apa senja” gadis itu bertanya seolah tak tau maksud ucapan senja,

ada kekecewaan dan amarah yang tersirat dari nada suaranya.

“maaf, telah merebutnya darimu” senja menangis mengharu biru, mengemis maaf dari hati seorang gadis yang tlah roboh kesetiaanya.

———————————————————————————————

———————————————————————————————

oleh Fariz Putri pada 16 Desember 2010 jam 11:12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s