Just another WordPress.com weblog

Keterbatasan – Darimana kita berasal?

 

“Keterbatasan ku adalah Aku tidak mau dibatasi”


Hanya saja aku tidak pernah menemukan musuh yang terang-terangan mau membatasi ku, jadi aku terbatasi oleh diri ku sendiri. Dan fatalnya hal itulah yang paling efektif melemahkan ku, membuat ku malas, tidak produktif dan mungkin lambat laun akan mati, hilang, tak bersisa, tak diingat dan yang paling menakutkan adalah Tuhan tidak menganggap ku sebagai sesuatu yang berarti. Padahal aku tahu itu tidak benar.Aku yakin benar Tuhan menunjuk ku sebagai seorang yang harus memimpin, bisa dilihat betapa besar kekuatan ku, aku mempunyai badan yang jarang terserang penyakit, badan yang tahan terhadap apapun, kesempatan untuk mengenal Tuhan lebih awal, otak yang cerdas, kepribadian yang menawan, kemampuan kerja yang sangat sangat baik, walaupun wajah ku memang tidak begitu tampan tapi cukup jantan. Dan seandainya harus berkompetisi untuk mendapatkan wanita yang paling cantik rupawan maka aku lah yang akan mendapatkan wanita itu, dan yang lain haruslah di bawah ku. Ingat itu, jangan sampai lupa !

Aku tahu kalian pasti jengkel membaca tulisan di atas, sabar bro. Yang aku maksud di atas adalah Aku, Kamu, Kita, kalian, dan seluruh pemuda Indonesia. Bangsa Indonesia. Mari kita bahas lebih dalam lagi. Sebenarnya kita itu keturunan dari ras yang terbaik, ras yang paling kuat, ras yang tidak terkalahkan. Buktinya apa??? Kita lho tidak pernah menjadi bangsa seperti Inggris, Prancis, Jerman, atau USA (dibaca terbalik). Siapa bilang, mereka itu hanya kelihatan kuat karena mereka telah memutarbalikkan fakta sejarah. Seandainya kita hidup di inggris dengan tanah yang tidak begitu subur, atau di belanda dengan lahan yang sempit pastilah eropa seluruhnya, timur tengah, asia dan amerika menjadi jajahan kita. Sayangnya kita hidup di Indonesia, kita tidak kekurangan pangan, tidak kekurangan tempat tinggal, tidak kekurangan emas, tidak kekurangan alam yang indah, justru kalau kita menjajah, pasti kita akan membagi hasil alam kita dengan daerah jajahan kita. Kalau seperti itu berarti namanya beramal bukan menjajah. Masuk akal bukan?

Aku kasih bukti lagi bahwa kita bangsa terkuat. Bayangkan jika di dunia ini ada satu tempat yang mirip surga, yang tinggal di sana pasti tidak akan kekurangan apapun, sangat indah, ada sungai-sungai yang bagus, buah-buahan yang beragam dan tak pernah habis, dan tempat itu CUMA ADA SATU. Siapa yang layak tinggal disana? Pastilah orang-orang yang terkuat yang tinggal disana, karena tempat itu pasti akan menjadi rebutan banyak orang. Jadi ceritanya begini :

“Dahulu kala setelah nabi adam tua dia mengumpulkan dari sekian banyak putra-putranya yang masing-masing sudah berkeluarga. Diantara sekian banyak putranya ada beberapa yang kuat dan berani sehingga mereka di suruh mengembara sejauh mungkin untuk menegakkan nama Allah di seluruh muka bumi. Jawara (dipanggil Jawa), Arya, Khan adalah kepala keluarga yang paling berani. Bedanya Jawa adalah kepala keluarga yang jujur dan berhati mulia sehingga nabi adam yakin dimanapun dia berada dia pasti akan menegakkan nama Allah. Jawa pun di utus untuk mengembara ke tempat yang paling jauh di selatan. Dia mendarat di daerah di selatan yang sangat besar (homo wajakensis adalah keturunannya). Khan pada awalnya mengikuti Jawa tapi sampai di India dia tidak berani meneruskan perjalanan karena badai besar dan memilih melewati jalan darat. Akhirnya dia sampai di mongolia dan menjadi leluhur bangsa cina. Arya yang kuat tapi bodoh di perintahkan oleh nabi adam ke utara supaya lebih dekat dengan dirinya sehingga mudah di awasi dan menjadi leluhur bangsa eropa. Sedangkan Nabi Adam AS sendiri tinggal dengan keluarga yang paling penakut dan paling lemah, Adam berusaha mendidik agar mereka bisa menjadi seperti jawa. Keluarga itu bernama Jewish (yahudi).

Setelah Jawa mendarat ia mengembangkan daerah yang subur tersebut menjadi daerah yang sangat maju. Keturunannya membangun sebuah peradaban dan kerajaan yang sangat megah, kuat, maju, sangat besar dan sangat indah di muka bumi (nama kerajaanya adalah Atlantis). Mereka pun tak lupa kepada misinya untuk menyembah kepada Tuhan, hingga suatu saat keturunan Khan dan Arya iri kepada keturunan Jawa. Mereka datang ke Jawa untuk ikut menghuni, pada awalnya Jawa menerima tetapi lambat laun mereka menyebarkan kebiasaan buruk pada bangsa jawa sehingga berakibat perpecahan dan perang saudara. Hal itu membuat raja pada saat itu marah, dia meminta menumpas bangsa arya dan khan yang ada di jawa dan sangking marahnya ia mempersiapkan perang besar-besaran pada seluruh umat selain jawa.Kemarahan membuat sang raja lupa dengan perintah Allah bahwa ia harus menjadi pemelihara bukan perusak. Karena meskipun bangsa di dunia ini bersatu, Jawa (Atlantis) tidak akan kalah oleh mereka, Allah yang maha adil turun tangan. Ia memberikan bencana besar pada Jawa sehingga kerajaanya yang besar tenggelam di lautan dan tidak tersisa, tetapi Allah masih menyelamatkan keturunan dari Jawa untuk menjadi pemimpin dunia di masa depan (karena bangsa lain tidak akan mampu). Kejadian hancurnya kerajaan jawa (Atlantis) dalam al kitab diceritakan pada cerita Nabi Nuh AS. Besarnya bencana yang melanda Jawa mengakibatkan permukaan laut naik sehingga Timur tengah ikut tersapu ombak. Pada saat itu nabi Nuh menyelamatkan umatnya dengan Kapal.Tapi Allah juga menyelamatkan beberapa keturunan dari Jawa, karena bagi Allah itu sangat mudah, dan akhirnya mereka tinggal di puing-puing kerajaan Jawa yang tetap subur yaitu Indonesia. Keturunan dari Jawa itu beranak pinak hingga menjadi bangsa Indonesia sekarang.”

Sekarang kita tahu bagaimana asal usul kita bukan?  Kita bukan bangsa yang lemah saudara, dan kita sangat cerdas. Lihatlah susunan alfabet jawa (ha na ca ra ka – baca ho no co ro ko-), bangsa mana lagi yang bisa membuat alfabet, sekaligus cerita, sekaligus filosofi. Cuma kita yang bisa saudara, tidak ada yang lain. Secara kejantanan kita yang paling jantan, libido kita paling tinggi. Buktinya penduduk kita paling banyak keempat setelah Cina, India, dan USA (dibaca terbalik), padahal kita pernah hancur total dan mulai dari nol, sedangkan Cina tidak (cina keturunan khan yang tidak ikut terkena bencana). Jadi yakinlah kita adalah bangsa yang ditakdirkan untuk memimpin dunia.

 

 

 

“Kebanyakan bangsa yang mencoba memimpin dunia pasti gagal karena memang bukan mereka yang ditakdirkan, lihat hitler, julius caesar, alexander agung, salahudin al ayyubi, jengish khan…. Tuhan menunjuk kita yang harus memimpin dunia”.

Bersambung……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s